Rabu, 06 November 2013

Yesi Boutique

Mungkin bagi sebagian pengusaha kecil, peranan brosur bagi mereka bukanlah dianggap sebagai sesuatu yang penting. Karena dalam benak mereka, brosur = pengeluaran. Padahal jika kita mau sedikit berpikir logis, brosur merupakan salah satu alat marketing yang cukup ampuh. 
Dengan brosur kita tidak perlu bawa barang dagangan dalam jumlah banyak, atau menghabiskan waktu berjam-jam di kios kita sambil menunggu datangnya pembeli. Bagaimana jika kita menemukan seorang calon pembeli yang menyebalkan, sudah banyak bertanya, mengeluarkan energi ekstra karena harus mengambil sample contoh yang berada ditumpukan stok barang terbawah, sampai proses tawar menawar yang sangat menyebalkan kerena jika dipikir-pikir lagi, modal awalnyapun belum ketemu. Jika ini yang terjadi, ingin rasanya kita lempar saja dagangan kita kemuka pembeli yang seharusnya kita anggap sebagai raja. Itu adalah pola pikir sebagian besar pedagang kita.

Perdagangan modern: Cukup tunjukkan gambarnya lengkap dengan model dan warna yang ada, pilih, tranfer lalu kirim via pos. Praktis dan sederhana.
tapi bagi mereka, menunggu pembeli yang datang, berusaha melayani mereka dengan baik, sedikit berbasa basi sehingga dianggap penjual yang ramah sudah cukup mendatangkan pemasukan buat mereka. mereka adalah tipe pedagang tradisional. bagi mereka hal itu sudah lebih dari cukup. bagaimana dengan pedagang modern.
seorang pedagang modern, mereka lebih memilih bagaimana caranya mendapatkan suplay barang dengan kwalitas oke dan harga yang murah. bahkan jika perlu Gratis tis tis.
Mereka biasanya cukup menggunakan media online yang ada untuk berdagang. modal koneksi internet dan hp berkamera sudah lebih dari cukup. masalah modal, hari gini ngomongin modal, wong dengan 2 alat itu saja sudah bisa mendatangkan uang, ngapain ngomong modal. cara mereka berdagang cukup sederhana.

  1. Mencoba membeli sample sambil ngobrol ngarol ngidul dengan penjualnya sampai akrab dan mendapatkan kepercayaan mereka
  2. Setelah cukup dikenal baik, mencoba menawarkan diri untuk membantu mereka memasarkan barang yang ada lengkap dengan gaya bak seorang kameramen dadakan memfoto barang yang ada.
  3. Manfaatkan jejaring sosial, dan buat account bank. ajak teman-teman untuk bikin testimonial supaya orang lain percaya dengan belanja online yang dibikinnya

sederhana bukan???
jadi tunggu apalagi, kalau tidak sekarang kapan mau memulainya. butuh sarana marketing? jangan lupa hubungi saya ya.


Tidak ada komentar: